Tentang Baterai Notebook

Kita mulai dari bebera pendapat pengguna notebook.
1. Notebook yang dinyalakan dengan menggunakan AC Power dan keadaan Baterai terpasang, bisa memperpendek usia baterai notebook.
2. Notebook yang dinyalakan dengan AC Power dan baterai tidak terpasang pada notebook, akan berakibat rusaknya komponen-kompenen penting yang ada di dalam notebook, karena listrik dari Power Supply lebih besar dari yang seharusnya diterima notebook. Sehingga di anjurkan untuk tetap memasang baterai pada notebook.

3. Lebih baik saat menggunakan notebook untuk beraktivitas, tidak usah menggunakan AC Power, sehingga dapat memperpanjang umur baterai.

Dari beberapa pertanyaan tersebut tidak ada yang salah dan banar. Kenapa? Mungkin beberapa saran ini bisa menjadi pegangan Anda.

1. Menyalakan Notebook dengan AC Power dengan kondisi baterai dilepas memang bisa memperpanjang usia baterai.
2. Baterai Notebook berfungsi sebagai stabilisator karena didalamnya terdapat penyesuaian tegangan (voltage converter) dan sirkuit pengatur (regulator circuit) untuk mempertahankan tingkat keamanan tegangan dan arus listrik
3. Menyalakan Notebook dengan kondisi aterai dilepas dapat mempercepat kerusakan komponen elektronik dalam Notebook, karena komponen-komponen tersebut akan menerima tegangan dan arus yang berlebihan.
4. Menyalakan Notebook dengan AC Power dengan kondisi baterai dicopot tetapi menggunakan stabilisator/UPS sedikit dapat mempercepat komponen dalam Notebook karena tegangan dan arus listrik akan langsung menuju ke komponen Notebook sendiri tanpa melalui penyesuian tegangan (voltage converter) dan sirkuit pengatur (regulator circuit).

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan???
Lebih baik, bila kita menggunakan Notebook, gunakanlah AC Power dalam keadaan baterai terpasang. Karena bagaimanapun cara kita memelihara baterai notebook kita, pasti nantinya ada kerusakanentah sengaja atau tidak sengaja. Logikanya, lebih baik baterai yang rusak daripada komponen yang didalamny yang rusak (bandingkan Anda mengganti baterai notebook yang orisinil seharga 700-800 ribu, dari pada mengganti komponen misal Mainboarad yang harganya 2 juta.

Kesimpulan:
Intinya tiddak ada pengaruh antara Power Souce Baterai dengan Charger. Charger bisa didesain untuk jalan di tegangan 100-240V (ada juga beberapa charger yang bisa jalan di 260V), setelah Charger di lepas, AC Power tidak lg AC melainkan DC karena pada Charger Notebook sendiri sudah ada penyearah.
Perbedaannya hanya ada satu, di baterai ada penyimpanan muatan listrik. Jadi, bila ada tegangan yang cutoff, secara otomatis baterai bisa mengganti sumber daya. Sedaangakan pada charger, tidak ada. Kalaupun tegangan naik-turun dari pihak PLN, seharusnya tidak ada pengaruh terhadap Notebook kerena charger sudah didesain untuk running di range AC 100-240V tadi, yang berpengaruh itu kalau tegangannya turun drastis, misalnya <100V.

0 komentar:

Posting Komentar